Maskulinitas dan Kedinamisan dalam Sepotong Batik Mega Mendung

Pada masa awal saya baru menyukai batik, saya tak terlalu tertarik dengan batik Mega Mendung. Motifnya yang monoton menurut saya agak membosankan, apalagi desain motif awannya yang memang tidak simetris bagi saya menyulitkan untuk dijadikan kemeja. Saya memang penyuka motif-motif simetris.

 

Suatu saat, saya dikenalkan dengan batik Mega Mendung berwarna merah-biru, yang entah mengapa sangat memikat hati. Kesan elegant, expensive, masculine sekaligus calming terpancar dari selembar kain baik yang saya pegang. Dan ketika saya menjahitkannya menjadi kemeja, saya jatuh cinta.

Mega Mendung, seperti asal katanya “awan mendung”, adalah motif batik berbentuk awan nimbus yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat, yang merupakan warisan Kerajaan kuno Cirebon.

PhotoGrid_1453110694445

Diceritakan bahwa pola berbentuk awan ini merupakan pengaruh dari Tiongkok, asimilasi budaya dari perkawinan Sunan Gunung Jati (tokoh yang menyebarkan Islam di Cirebon) dengan Ratu Ong Tien dari Tiongkok. Kedatangan Ratu Ong Tien ke Cirebon membawa serta keramik, piring-piring, dan kain-kain dengan pola-pola menyerupai awan. Benda-benda bersejarah yang masih bisa dijumpai di situs peninggalan Keraton Cirebon.

Dalam budaya Tiongkok, pola menyerupai awan menggambarkan “dunia kahyangan” atau “negeri dewa-dewa”. Pola berbentuk awan ini berasimilasi dengan budaya lokal dan mengalami perubahan bentuk. Jika dalam budaya Tiongkok pola awan berbentuk bundar dengan ujung-ujung lengkung, dalam budaya Cirebon bentuk awan menjadi lebih oval dengan ujung berbentuk sudut yang tajam.

PhotoGrid_1453110513769Awalnya, motif Mega Mendung lebih banyak ditemukan dalam warna aslinya, yaitu merah dan biru [latar belakang merah dengan motif awan berwarna gradasi biru]. Warna merah menggambarkan “maskulinitas”, sedangkan warna biru menggambarkan “kedinamisan”. Warna biru juga mewakili warna awan, bersahabat, tenang, dilukis dengan gradasi warna biru dari biru terang ke biru gelap. Warna biru terang menggambarkan kebahagiaan hidup, sedangkan warna biru gelap menggambarkan awan nimbus yang membawa hujan bagi kehidupan sebagai perlambang kesuburan

Proses pembuatan batik tulis Mega Mendung membutuhkan ketelelitian tinggi, karena mewarnai dengan tingkat gradasi yang halus membutuhkan waktu yang lama dan kehati-hatian. Semakin banyak gradasi warna yang digunakan dalam pola awan-nya, semakin lama pula proses pembuatannya.

Tingkat kehalusan gradasi, berapa kali batik tersebut di proses (1x, 2x, 3x, bahkan lebih), menentukan harga jual dari batik ini.

Saat ini, banyak pembatik yang berkreasi dengan kombinasi warna-warna yang lebih beragam, dengan menggabungkan motif Mega Mendung ini dengan pola-pola tambahan, seperti motif kupu-kupu, bunga, naga, burung, dan sebagainya.

Dengan kreatifitas tinggi, batik Mega Mendung yang klasik dengan nuansa maskulin, bisa didesaing menjadi gaun-gaun elegant untuk tampilan sehari-hari maupun formal.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s