Style Cerdas: Batik Pagi Sore

Pernah melihat batik yang memiliki 2 motif dan/atau 2 warna yang berbeda dalam sepotong kainnya? Batik dibagi menjadi 2 bagian (biasanya) dengan garis diagonal – lalu sisi kiri dan kanan digambar dengan motif yang berbeda?

“Pagi Sore”, begitu style pembatikan itu disebut. Style  design yang awalnya banyak ditemukan pada batik Hokokai dan Djawa Baroe dari Pekalongan, yang kemudian diadaptasi oleh banyak daerah.

Pada era tahun 1930-1950 an, harga mori (sebutan untuk kain dasar batik) demikian mahal, begitu juga harga zat pewarna. Untuk membuat sepotong kain menjadi lebih efisien, pembatik-pembatik dengan kreatif menggambar batik dengan 2 warna dan/atau 2 motif yang berbeda dalam 1 kain.

  • Lazimnya satu sisi digambar dengan motif yang lebih ringan atau dengan warna lebih terang – kemudian disebut motif “pagi”
  • Kemudian satu sisi lainnya digambar dengan motif yang lebih berat atau dengan warna yang lebih gelap – kemudian disebut motif “sore”.

Kemudian mengapa diberi nama “Pagi Sore”? Ternyata ketika digunakan sebagai jarik, maka motif pagi biasanya digunakan untuk acara-acara di pagi-siang hari (dipakai di sisi luar jarik), dan untuk acara-acara di sore-malam hari maka motif sore lah yang dipakai di sisi luar jarik.

Efisien dan menarik, kan?

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s