Kesegaran Rasa Pedas-Asam-Manis dalam Batik Rujak Senthe

Keunikan batik Udan Liris berupa kumpulan banyak motif kecil-kecil yang disusun berbaris secara diagonal dalam satu helai kain batik, ternyata bukan milik Udan Liris satu-satunya. Jenis batik lain yang dikenal dengan nama Rujak Senthe ternyata juga memiliki pola yang sama.

Pada dasarnya dari segi motif antara Udan Liris dan Rujak Senthe bisa dibilang sama, karena kedua motif ini ternyata merupakan jenis yang sama, yaitu motif lereng dengan penggunaan minimal 7 motif (lidah api, setengah kawung, banji sawit, mlinjon, tritis, ada-ada, dan watu walang) dalam pola baris diagonal.

Tadinya saya tidak paham, mengapa ketika melihat 2 batik yang “menurut saya” sama saja motifnya, tapi diberi nama yang berbeda. Baru kemudian saya tahu bahwa perbedaan ada pada warna latar belakang yang digunakan: jika latar belakangnya berwarna putih disebut Udan Liris, sedangkan Rujak Senthe berlatar hitam.

Rujak Senthe, seperti namanya memang langsung mengingatkan kita pada rasa asam dan manis yang segar pada sepiring rujak buah dengan taburan kuah kacang yang pedas berwarna coklat kehitaman. Seperti sepiring rujak yang terdiri dari bermacam-macam buah aneka rasa, batik Rujak Senthe juga terdiri dari gabungan berbagai motif, dengan latar belakang hitam.

Motif Rujak Senthe mengingatkan kita pada kehidupan yang penuh dengan kebahagian tetapi selalu hadir dengan berbagai cobaan.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s