Printing Bukan Batik #2

Ketidaktahuan mengenai apa itu batik, memang membuat kebanyakan orang tidak bisa membedakan mana yang batik dan mana yang tekstil motif batik. Memang, edukasi mengenai #printingbukanbatik ini masih harus dilakukan.

Pertanyaannya, bagaimana mengenali tekstil motif batik?

[1] Kain dijual meteran

Setiap kali ada yang bertanya, “batiknya berapa semeter?”, saya selalu tersenyum dalam hati dengan pertanyaan awam yang terbiasa membeli kain meteran.

Batik (tulis / cap) tidak dijual per meter karena proses pengerjaannya dalam ruang kerja yang terbatas membuat bahan dasar kainnya harus dipotong-potong. Batik tulis biasanya sudah dipotong 2-2.5 meter sebelum dibatik. Batik cap juga dibuat dalam panjang terbatas, dan kemudian dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil (biasanya 2 meteran).

Sedangkan tekstil motif batik, apalagi yang diproduksi di pabrik dengan mesin, bisa diproses dalam 1 gulungan kain – makanya kemudian dijual meteran.

[2] Motifnya sangat detail dan teratur

Kain yang disablon dengan cetakan atau diprint dengan mesin di pabrik memang menghasilkan motif yang sangat detail dan sangat teratur – hampir menyerupai kehalusan batik tulis. Pembuatannya sangat rapi, jarak antara motif sangat presisi, dan ukuran garis-garisnya bisa sangat halus, ukuran titik-titiknya sangat rapat bentuknya bulat sempurna.

Padahal keindahan batik justru didapat dari “ketidaksempurnaannya” – sebagai jaminan keunikan bahwa batik yang kita miliki adalah “one of the kind”, bukan mass production.

[3] Warna bagian depan dan belakang kain berbeda

Proses pensablonan kain membuat warna kain di bagian depan dan bagian belakang bisa berbeda. Biasanya warna bagian belakang sedikit leibh pudar, atau bahkan cenderung memutih, menunjukkan bahwa tekstil motif batik tersebut diproses dengan pensablonan, karena warna di kain bagian depan tidak tembus sempurna sampai ke bagian belakang.

[4] Harganya sangat murah

Prosesnya yang sangat mudah dan cepat, membuat tekstil motif batik dijual dengan harga yang jauh lebih murah. Jika sepotong bahan kain batik cap saja berkisar 60 ribu – 100 ribu untuk ukuran 2 meteran, bisa dipastikan sepotong kemeja dengan motif batik yang dijual dengan harga hanya 50 ribu adalah bukan batik. Harga yang sangat murah, yang disinyalir menyebabkan menurunnya pasar penjualan “batik” yang sebenarnya dari pengrajin-pengrajin batik. Harga yang sangat murah, sehingga membelinya tidak mendukung perkembangan batik Indonesia, tapi memperkaya pengusaha tekstil dan importir kain dari Tiongkok.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s