Batik Encim [Desain Belanda] Khas Pekalongan

PhotoGrid_1455116379709Pada masa pendudukan Belanda, wanita-wanita peranakan Tionghoa di Pekalongan mengenakan busana kebaya dalam kesehariannya. Kebaya yang merupakan busana wanita Jawa dipadankan dengan sarung batik dengan desain khas Pekalongan.

Istilah “kebaya encim” dan “batik encim” muncul untuk menyebutkan busana sehari-hari wanita peranakan Tionghoa kala itu untuk menunjukkan jenis busana yang dipakai oleh “encim-encim”.

“Encim” adalah kata serapan dari bahasa Hokian, yaitu “cici” untuk menyebut “kakak perempuan”

 

Yang menarik dari batik encim Pekalongan ini adalah, meski namanya menunjukkan batik ini menggunakan ragam hias dari Tiongkok – seperti bunga, kupu-kupu, burung – ragam hias tersebut didesain dengan gaya Belanda.

Desain utama batik encim ini adalah kumpulan bunga-bunga yang disusun dalam satu buket – yang merupakan budaya Belanda dalam menyusun bunga. Motif ini juga dinamakan motif “buketan” – asimilasi dari bahasa Belanda “bouquet”.

Desainnya sederhana, hanya beberapa buketan bunga-bunga disusun dalam 1 kain. Bunga-bunga seperti soka, mawar, anyelir, magnolia, sering digunakan. Buketan bunga diperindah dengan beberapa kupu-kupu atau burung-burung yang mengelilingi buketan bunga.

Tidak ada filosofi khusus dalam batik encim ini, hanya keindahan bunga-bunga dalam kehalusan teknik yang diberikan kepada penikmatnya.

Beberapa alternatif desain biasanya hanya memberi variasi pada latar belakang kain – dengan latar belakang polos (putih atau warna) atau dengan latar belakang motif kecil-kecil yang disebut “tanahan”. Variasi lain adalah dengan memberi tumpal atau tanpa tumpal untuk dikenakan sebagai sarung.

Saat ini batik encim disukai karena motifnya yang feminim, berwarna-warni, dan banyak diproduksi dengan teknik cap dengan pewarnaan colet sehingga harganya relatif terjangkau, tetapi diproduksi dengan kualitas yang sangat bagus seperti layaknya batik-batik produksi Pekalongan.

Bahan kain katun yang digunakan juga biasanya adalah katun kelas satu, yaitu katun primissima – berbeda dengan batik cap yang biasanya menggunakan kain katun prima yang kualitasnya sedikit di bawah. Dengan katun primissima ini, meskipun diproduksi dengan teknik cap tapi hasil akhirnya menjadi sangat halus, terlihat mahal untuk digunakan sebagai bahan dress wanita.

Dengan desain yang menarik, siapa menyangka batik encim dengan motif bunga-bunga juga menarik untuk didesain menjadi kemeja pria untuk kesan yang lebih kasual.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s