Batik-Batik “Sido” Kekasih Keraton #1

Dalam ragam batik-batik keraton Solo, dikenal motif-motif dengan nama berawal “sido” yang dikelompokkan menjadi batik-batik “kekasih keraton”. Diberi nama sebagai kelompok kekasih keraton karena batik-batik ini merupakan batik khas keraton yang terutama dikenakan oleh sepasang kekasih yang akan naik ke pelaminan.

  • Sidomulyo
  • Sidoluhur
  • Sidomukti
  • Sidoasih

“Sido” artinya jadi / menjadi, atau terus-menerus. Batik-batik dengan awalan “sido” mengandung harapan agar keinginan segera tercapai.

Selintas memang sulit untuk membedakan ke-4 jenis motif ini karena motif yang hampir sama – tetapi sebenarnya ke-4 motif ini memiliki ciri khas khusus yang bisa membedakan satu sama lainnya.

Batik-batik bermotif sido dari Solo ini memiliki bentuk dasar berupa susunan geometris belah ketupat.

Beberapa ornamen utama yang biasanya terdapat dalam batik-batik “sido” ini adalah:

  1. Ornamen kupu-kupu, sebagai simbol harapan yang indah dan tinggi
  2. Ornamen burung, biasanya berbentuk burung merak yang digambar sederhana. Ornamen ini melambangkan sifat bayu brata (udara), yaitu sifat luhur yang tidak sombong.
  3. Ornamen sawat, berupa sayap burung garuda tunggal yang digambarkan dari samping. Dalam mitologi Jawa Hindu, sawat adalah senjata pusaka Dewa Indra yang berbentuk seekor ular bertaring tajam dan memiliki sayap. Senjata ini digunakan dengan cara melempar (nyawatake) dan akan menyambar-nyambar di udara serta menimbulkan hujan. Ornamen ini digambarkan sebagai simbol perlindungan dan keberkahan dari Tuhan.
  4. Ornamen meru (gunung) yang melambangkan bumi sebagai simbol kemakmuran abadi
  5. Ornamen bangunan berbentuk berbentuk tahta / singgasana, sebagai simbol pengharapan akan derajat yang tinggi, mulia, dan dihormati banyak orang layaknya kedudukan seorang raja.
  6. Ornamen bunga, mewakili harapan akan kehidupan yang indah karena berakar kuat pada pegangan hidup yang teguh.
  7. Ornamen Pohon Hayat, yang melambangkan sumer semua kehidupan di dunia.

(1) Motif Batik Sidomulyo (Mulyo = mulia)

Batik dengan motif Sidomulyo ini dipakai oleh pengantin pria dan wanita sebagai harapan agar rumah tangga yang dibina diberi kemuliaan dengan kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah.

Motif batik Sidomulyo ini berasal dari era Mataram Kertasura, dengan ciri khas latar belakang yang berwarna putih atau warna muda lainnya (bukan hitam).

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s