Buah “Delimo” dalam Batik Simbol Kemakmuran

PhotoGrid_1456190953101Delima (pomegranate: Punica granatum) adalah salah satu buah yang namanya banyak disebut-sebut dalam berbagai mythology, kebudayaan, dan kepercayaan.

Berasal dari negeri Iran, buah delima menyebar ke berbagai belahan dunia sejak berabad-abad yang lalu.

Dalam budaya Persia, India, Cina, delima adalah simbol kesuburan, sedangkan dalam budaya Mesir Kuno, delima dikenal sebagai simbol kemakmuran dan ambisi

Delima juga dikenal dalam mythology Yunani Kuno buah ini sebagai “fruit of death”. Meskipun dalam perkembangannya, budaya Yunani menjadikan delima sebagai simbol rezeki yang berlimpah, kesuburan dan keberuntungan – banyak digunakan sebagai hadiah untuk orang yang menempati rumah baru.

Dalam budaya Israel kuno, dikisahkan bahwa delima adalah buah yang diberikan oleh pengikutnya untuk menunjukkan kesuburan dari “tanah yang dijanjikan”. Delima juga sering ditemukan dalam lukisan-lukisan Christian yang biasanya dilukiskan dalam genggaman Virgin Mary atau Baby Jesus. Buah delima biasanya digambarkan dalam keadaan “pecah” atau “terbelah”, sebagai simbol penderitaan Jesus.

Bahkan di dalam Al Quran, delima disebut-sebut tiga kali (Al An’am: 99, Al An’am: 141, Ar Rahman: 68) sebagai buah yang tumbuh di taman firdaus.

Dalam budaya Jawa, buah delima digunakan dalam acara “nujuh bulanan”, yaitu sebagai salah satu buah yang digunakan dalam rujak tujuh bulanan sebagai simbol kesuburan dan kesehatan calon bayi.

Dalam khazanah batik Solo juga dikenal motif batik dengan nama “delimo”.

Motif delimo termasuk golongan batik geometris, dengan bentuk dasar berupa susunan pola-pola jajaran genjang, tetapi dengan bentukan yang berlekuk. Jika dilihat dengan seksama, bentukan jajaran genjang elips tersebut menyerupai bentuk buah delima sehingga motif ini kemudian diberi nama “delimo”.

Yang menarik adalah isian ornamen utama dalam pola-pola delima tersebut menggunakan pola-pola dari batik “sida” – sepertinya batik motif delima ini merupakan perkembangan dari batik-batik “sida”.

Pemberian nama untuk batik motif delima ini kemudian juga mengacu dengan nama batik sida yang digunakannya.

  • “delimo mukti” – menggunakan ornamen pola batik sidomukti
  • “delimo asih” – menggunakan ornamen pola batik sidoasih
  • “delimo mulyo” – menggunakan ornamen pola batik sidomulyo
  • “delimo derajat” – menggunakan ornamen pola batik wirasat (yang merupakan pengembangan dari batik sidomulyo)

Batik delimo sendiri melambangkan harapan untuk mendapatkan kemakmuran yang berlimpah – layaknya ratusan biji-biji dalam buah delima.

Dipadukan dengan pola-pola batik “sida” sebagai isian bentukan delimo, diharapkan agar pemakai batik tersebut mendapatkan doa yang disimbolkan dalam pola-pola “sida” (kemuliaan, keluhuran, dan sebagainya) secara berlimpah ruah.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s