“Ceplok”, Bukan Telor Ceplok

Waktu saya mendengar motif batik dari Solo dan Yogya yang diberi nama motif “ceplok”, yang langsung terlintas di benak saya adalah telur ceplok. Apalagi ketika saya lihat batiknya yang berupa susunan berbagai motif yang diatur seperti “diceplok-ceplokan” – seperti ketika membuat telur ceplok dengan memecahkan telur di atas penggorengan.

Hampir benar, tapi kurang tepat.

Ternyata “ceplokan” artinya adalah sekuntum, biasanya dipergunakan untuk menyebut satuan bunga. Misalnya mawar seceplok, artinya sekuntum bunga mawar.

Dengan definisi itu, motif “ceplok” pada dasarnya adalah motif yang terdiri dari pengulangan bentuk-bentuk dasar geometri – seperti segi empat, empat persegi panjang, oval, atau bintang yang disusun teratur menyerupai sekuntum bunga dengan pengaturan yang simetris.

Di dalam pola-pola geometris tersebut kemudian diisi dengan motif-motif batik lainnya, misalnya parang klithik, kawung, truntum, atau jenis ragam hias yang merupakan isen-isen (isian) saja.

Batik ceplok yang kaya akan variasi karena banyaknya bentukan dasar geometris yang bisa digunakan, banyaknya jenis motif yang digunakan sebagai hiasan isi, atau susunan pola “kuntum” bunga yang digunakan untuk sebagai titik sentral ceplokannya.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

5 thoughts on ““Ceplok”, Bukan Telor Ceplok

  1. Pingback: Meaning: Ceplok Motif – Know Your Batik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s