Cintaku Pada Batik Tak Akan Pernah Pudar

Suatu saat seorang sahabat bertanya, “Bagaimana caranya  supaya batik tidak cepat pudar warna kalau sering dicuci?”

Pertanyaan sederhana dengan jawaban sederhana: makanya punya batik jangan cuma 1-2 potong aja.

Kalau punya batik hanya 1-2 potong, dan dipakai sekali seminggu tiap hari Jumat buat ke kantor, pastinya batik akan dicuci setiap minggu sehingga jadi cepat pudar. Kalau punya batik 10 potong, dipakai gantian sekali seminggu, artinya kan 1 batik hanya dicuci sekali dalam 10 minggu. Pasti awet.

Kata sahabat saya lagi, “Jangan bercanda!”. Saya tidak bercanda: punya batik 10 potong, pasti keren.

Tetapi memang dibandingkan dengan baju-baju yang non-batik, jika dicuci terlalu sering warnanya tidak akan cepat pudar jika dibandingkan dengan batik yang dicuci terlalu sering. Sebabnya adalah karena warna-warna batik didapat dengan proses pencelupan warna yang seperti “ditempelkan” pada kain – sehingga ketika dicuci dengan detergent, dalam tingkatan tertentu lama kelamaan pasti akan berpengaruh pada kualitas warnanya.

Tapi bahkan bagi saya yang bisa dibilang punya koleksi kemeja batik relatif banyak dibanding orang-orang kebanyakan, tetap saja mengalami batik yang lama-lama memudar. Tak bisa dihindari, beberapa motif batik lebih favorite buat saya sehingga dipakai lebih sering – artinya juga dicuci lebih sering.

PhotoGrid_1458143695445Untungnya leluhur kita ketika menemukan batik, juga menemukan cara untuk mencuci batik agar warnanya awet, tidak cepat pudar. Secara tradisional, sejak dulu dikenal untuk menggunakan “buah Lerak” (Sapindus rarak DC) untuk mencuci batik.

Buah Lerak berbentuk bulat seperti kelereng berwarna coklat kehitaman, ternyata mengandung senyawa “saponin” yang bisa menghasilkan busa yang digunakan sebagai pembersih.

Buah Lerak dikeringkan, ditumbuk halus dan dicampurkan dengan air hangat, lalu digunakan untuk merendam batik yang akan dicuci selama semalam, baru kemudian dicuci.

PhotoGrid_1458143748353Ribet?

Iya, kalau harus beli buah Lerak sendiri, dan menumbuk sendiri.

Tidak lagi, karena sejak lama sudah banyak dijual “sari Lerak” siap pakai yang dikemas dalam botol-botol kecil (kira-kira Rp 20,000 – 30,000 per botol), yang bisa disimpan untuk digunakan sewaktu-waktu akan mencuci batik.

  • Tuangkan cairan lerak dalam seember air hangat (ikuti takaran sesuai anjuran penggunaan).
  • Rendam batik, tunggu kira-kira satu jam.
  • Cuci batik dengan tangan, kucek lembut kain batik, jangan disikat.
  • Untuk bagian yang relatif lebih kotor, misalnya kerah kemeja, bisa dioleskan langsung cairan lerak lalu dikucek pelan.
  • Bilas.
  • Jemur di tempat teduh, jangan kena sinar matahari langsung dengan bagian dalam kain menghadap keluar.
  • Untuk batik yang pertama kali dicuci, pisahkan dengan batik / kain lainnya untuk jaga-jaga jika zat pewarna batik masih ada yang menempel dan luntur. Terutama untuk batik-batik yang menggunakan pewarna kimia yang pekat (misalnya batik Madura). Kalau perlu, tetap pisahkan sampai pencucian batik yang ke-2 atau ke-3.

Ribet?

Iya, kalau sulit menemukan yang jual sari Lerak, karena memang bisa dibilang jarang dijual di modern market.

Tidak lagi, karena sekarang sudah ada detergent khusus untuk batik. Sebenarnya, jika sulit untuk menemukan sari Lerak, mencuci batik bisa dilakukan dengan softergent yang khusus untuk mencuci pakaian dalam atau pakaian bayi karena sifat detergentnya yang lebih lembut. Tapi sekarang, di pasaran sudah ada produk detergent yang khusus diciptakan untuk mencuci batik.

KAO Attack Batik Cleaner.

CS AD BATIK 18cropSeiring dengan makin populernya batik di Indonesia, apalagi dengan dicanangkan tanggal 2 October sebagai hari batik Nasional, salah satu produsen detergent terkemuka di Indonesia, KAO, pada tahun 2010 meluncurkan lini produk “Attack Batik Cleaner” yang dikhususkan untuk mencuci batik.

Satu alternatif modern buat para pencinta batik, khususnya di kota-kota besar, yang kesulitan untuk membeli sari Lerak, tapi memiliki kecintaan untuk menjaga kualitas batik-batik koleksinya. Detergent khusus batik ini diformulasi khusus sehingga lembut untuk batik, tapi tetap mampu untuk mengangkat kotoran yang melekat di kain batik.

Praktis. Modern. Membuat cintamu pada batik tidak akan pudar.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s