Tenun Rangrang, Nusa Penida

PhotoGrid_1457520121739 Kebudayaan masyarakat Bali yang lekat dengan upacara keagamaan memang tidak bisa dilepaskan dari seni budaya kain tenun yang merupakan salah satu unsur pelengkap yang dikenakan dalam setiap upacara agama. Berbagai jenis tenun berkembang di tiap daerah yang berbeda di Bali, baik berupa tenun ikat maupun tenun songket.

Di pulau Nusa Penida, kabupaten Klungkung misalnya, dikenal salah satu jenis tenun ikat tunggal yang disebut tenun Rangrang.

Rangrang = bolong-bolong

Tenun Rangrang ini ditemukan di desa Karang, kecamatan Nusa Penida, Klungkung – Bali. Berbeda dengan tenun ikat yang ditemukan di Bali, seperti tenun endek dan tenun cepuk, tenun Rangrang ini memiliki ciri khas yaitu:

  1. Susunan pola-pola geometris sederhana, misalnya bentuk wajik,  yang biasanya menyebar dari tengah ke tepi kain.
  2. Menggunakan warna-warna primer yang cerah
  3. Pada lembaran kain ini terdapat lubang-lubang kecil yang ditemukan pada pertemuan motif, yang kemudian menjadi nama motif tenun ini, yaitu tenun Rangrang.
  4. Sepanjang kain juga terdapat garis-garis benang berwarna putih, yang disebut “pangoh taji”, yaitu pisau yang digunakan oleh ayam petarung dalam acara sabung ayam.

Seiring dengan makin terkenalnya tenun Rangrang di luar wilayah Nusa Penida, kain tenun Rangrang ini banyak ditemukan sebagai material desain busana, seperti koleksi busana oleh perancang Priyo Oktaviano.

 

Keunikan motif tenun Rangrang ini ternyata ditiru oleh beberapa daerah lainnya yang juga menghasilkan kain tenun – untuk membonceng ketenaran tenun Rangrang.

Di Lombok misalnya, motif tenun Rangrang Nusa Penida ini ditiru, meski dengan perbedaan utama yaitu kain tenun yang dihasilkan tidak memiliki pola bolong-bolong seperti khasnya tenun Rangrang Nusa Penida.Tenun “Rangrang” Lombok ini juga banyak yang menggunakan warna benang emas yang bukan merupakan unsur warna yang dipakai di Nusa Penida.

Di daerah Jepara juga banyak pengrajin tenun troso khas Jepara meniru motif rangrang ini – tetapi biasanya dapat dikenali dengan kualitas benang yang digunakan yang menghasilkan kain yang lebih tipis dibandingkan tenun Rangrang asli Nusa Penida.

Secara kasat mata “Rangrang Jepara” ini mudah dikenali karena menyerupai tenun troso asli Jepara. Sedangkan “Rangrang Lombok” lebih sulit untuk dibedakan oleh awam, karena teknik tenun Lombok yang dekat dengan teknik tenun Nusa Penida yang secara geografis kedua daerah ini memang bersebelahan.

Masalahnya adalah, kain tenun motif Rangrang tiruan dari kedua daerah ini diperkenalkan juga dengan nama “tenun Rangrang”, dan tidak banyak orang yang mengetahui bahwa meski namanya sama-sama tenun Rangrang, tapi yang asli hanya tenun Rangrang Nusa Penida.

Salam, Kepuluaan Tenun

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s