Batik Keraton Cirebon #7 – Buroq

 

Sebagai salah satu daerah tempat pusat perkembangan agama Islam di Jawa, Cirebon kaya dengan tradisi-tradisi bernuansa Islami. Salah satu keseniaan yang sampai sekarang masih sering dipertunjukkan adalah kesenian buroq – satu bentuk seni yang awalnya diperkenalkan oleh Sunan Gunung Jati sebagai sarana silaturahmi ketika beliau mengajak masyarakat berkumpul sambil memberikan dakwah Islam.

Buroq adalah “hewan bersayap” yang disebut dalam Al Quran sebagai tunggangan Nabi Muhammad SAW ketika melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj. Cerita mengenai buroq ini dikembangkan dalam imajinasi berupa hewan berbentuk kuda bersayap dengan kepala wanita cantik yang berkerudung.

Dalam perkembangannya, kesenian buroq ini menjadi sebuah pagelaran untuk kirab diyakini mulai dikembangkan pada tahun 1934 oleh seniman bernama abah Kalil di desa Kalimoro, kecamatan Babakan, Cirebon.

Kesenian buroq ini digunakan sebagai arak-arakan untuk acara khitanan, khataman, kawinan, marhabaan, dan sebagainya dengan diiringi oleh iringan musik tradisional.

Bentuk buroq ini kemudian juga berkembang menjadi inspirasi salah satu motif batik keraton Cirebon. Dalam batik motif buroq ini digambarkan buroq sebagai hewan kuda bersayap dengan kepala menyerupai wajah manusia yang sedang terbang.

Selain itu, bisa dilihat ragam hias bangunan berupa “mesjid dengan menara dan kubah-kubahnya” sebagai ragam hias pelengkap yang selalu ada dalam batik bermotif buroq ini.

 

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s