Batik Keraton Cirebon #8 – Ayam Alas

Salah satu motif keraton yang agak berbeda dengan motif-motif keraton Cirebon lainnya adalah motif “ayam alas” – kalau motif-motif lainnya biasanya bertema artefak keraton, ragam hias keraton, taman keraton, motif ayam alas ini adalah gambar ayam yang kelihatannya tidak “semegah” motif-motif lainnya.

Tetapi motif ayam alas ini memang termasuk salah satu batik keraton, karena ternyata ayam jago alas ini adalah hewan kesayangan sultan – jadi batik ini didesain sebagai penghormatan kepada sultan.

PhotoGrid_1457192855565 Dalam masyarakat yang penuh dengan simbol-simbol, ayam jago sering dianggap sebagai simbol untuk keberanian.

Ayam jago adalah hewan yang selalu berkokok di pagi hari menyambut terbitnya matahari – sehingga ayam sering dianggap sebagai penjaga matahari.

Simbol keberanian diberikan kepada ayam karena pastinya hanya hewan yang sangat berani yang terpilih menjadi penjaga matahari – sumber kehidupan di bumi ini.

Alas (Jawa) = hutan

Ayam alas atau ayam hutan (Latin: Gallus gallus) ini kemudian menjadi motif batik keraton yang menggambarkan keberanian.

Salah satu variasi motif ayam alas yang lain adalah motif “ayam alas gunung jati”. Gunung Jati adalah salah satu sentra penyebaran agama Islam di pulau Jawa, dari daerah inilah Sunan Gunung Jati – salah satu dari sembilan wali – berasal dan merupakan satu-satunya wali yang menyebarkan agama Islam di Jawa Barat. Maka kemudian motif ayam alas gunung ini menjadi simbol dari mulainya syiar Islam di Jawa Barat.

Salam, Kepulauan Batik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s