“Ceplok”, Bukan Telor Ceplok

Waktu saya mendengar motif batik dari Solo dan Yogya yang diberi nama motif “ceplok”, yang langsung terlintas di benak saya adalah telur ceplok. Apalagi ketika saya lihat batiknya yang berupa susunan berbagai motif yang diatur seperti “diceplok-ceplokan” – seperti ketika membuat telur ceplok dengan memecahkan telur di atas penggorengan. Hampir benar, tapi kurang tepat. Ternyata…

Batik “Colet”

Pernah melihat batik-batik dalam tampilan warna-warna yang sangat beragam, hampir seperti pelangi yang memiliki semua spektrum warna, dan membuat berpikir: “Bikinnya berapa lama ini?” Bayangkan ketika sepotong kain yang sudah dicanting atau dicap dengan malam akan diberi warna, dicelup dalam cairan pewarna untuk satu warna saja, kemudian dijemur. Lalu proses cantingan harus diulang lagi untuk…

Doa Kesehatan dalam Sepotong Batik Tambal

Dalam hidup, banyak hal-hal yang terjadi pada diri kita yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Rencana tidak berjalan sesuai harapan. Karir tidak berjalan lancar. Keuangan tidak mencukup. Kisah cinta tidak berjalan mulus. Kesehatan tidak selalu hadir. Dalam hidup, banyak hal-hal yang harus selalu diperbaiki. Instropeksi terus-menerus atas kegagalan yang dialami dengan harapan agar keadaan…

Buah “Delimo” dalam Batik Simbol Kemakmuran

Delima (pomegranate: Punica granatum) adalah salah satu buah yang namanya banyak disebut-sebut dalam berbagai mythology, kebudayaan, dan kepercayaan. Berasal dari negeri Iran, buah delima menyebar ke berbagai belahan dunia sejak berabad-abad yang lalu. Dalam budaya Persia, India, Cina, delima adalah simbol kesuburan, sedangkan dalam budaya Mesir Kuno, delima dikenal sebagai simbol kemakmuran dan ambisi Delima…

“Wirasat” sebagai Simbol Firasat dari Tuhan

Motif-motif batik yang diciptakan berabad-abad lalu bukan merupakan motif yang statis – tetapi selalu berkembang dan menjadi inspirasi untuk desain motif-motif batik selanjutnya. Seperti halnya batik dengan motif Wirasat ini, yang merupakan pengembangan dari batik-batik “sido”. Motif ini menggunakan susuan pola geometris yang diisi dengan motif Sidomulyo dan Sidomukti, ditambah dengan 1 motif yang juga…

Batik-Batik “Sido” Kekasih Keraton #2

Batik-batik sido yang berasal dari keraton Surakarta memiliki bentuk dasar geometris dengan ornamen utama utama kupu-kupu, burung, gurdo, tahta, tanaman, dan meru sebagai perlambang permohonan yang terus-menerus untuk kehidupan yang bahagia, mulia, luhur dan penuh kasih sayang. … … (2) Motif Batik Sidoluhur (Luhur = luhur, kedudukan yang tinggi, panutan) Batik Sidoluhur ini dikenakan dengan…

Batik-Batik “Sido” Kekasih Keraton #1

Dalam ragam batik-batik keraton Solo, dikenal motif-motif dengan nama berawal “sido” yang dikelompokkan menjadi batik-batik “kekasih keraton”. Diberi nama sebagai kelompok kekasih keraton karena batik-batik ini merupakan batik khas keraton yang terutama dikenakan oleh sepasang kekasih yang akan naik ke pelaminan. Sidomulyo Sidoluhur Sidomukti Sidoasih “Sido” artinya jadi / menjadi, atau terus-menerus. Batik-batik dengan awalan…

Batik Encim [Desain Belanda] Khas Pekalongan

Pada masa pendudukan Belanda, wanita-wanita peranakan Tionghoa di Pekalongan mengenakan busana kebaya dalam kesehariannya. Kebaya yang merupakan busana wanita Jawa dipadankan dengan sarung batik dengan desain khas Pekalongan. Istilah “kebaya encim” dan “batik encim” muncul untuk menyebutkan busana sehari-hari wanita peranakan Tionghoa kala itu untuk menunjukkan jenis busana yang dipakai oleh “encim-encim”. “Encim” adalah kata…