Merak Berunding, Batik Indramayu

Kalau di Garut dan Tasikmalaya ditemukan motif “Merak Ngibing”, ternyata motif serupa merak yang berhadap-hadapan ini ternyata juga ditemukan di wilayah Indramayu. Meskipun wilayah Indramayu ini secara administratif berada di Jawa Barat, Indramayu tapi tidak termasuk dalam geografis wilayah Priangan Sunda, karena budaya yang dimiliki lebih dekat ke Jawa dengan penduduk yang juga menggunakan bahasa…

Merak Ngibing, Batik Priangan

Batik yang berkembang sebagai bagian dari kebudayaan Jawa, ternyata tidak hanya menyebar di bagian tengah dan timur pulau Jawa, tapi juga menjadi bagian dari kebudayaan Sunda di bagian barat pulau Jawa. Batik yang berkembang di wilayah Priangan – yaitu daerah kebudayaan Sunda di Jawa Barat yang meliputi wilayah Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Cimahi, Bandung, Cianjur,…

Doa Kemudahan dalam Sepotong Batik Slobog

Akhir-akhir ini motif dengan pola-pola dasar geometris seperti segitiga atau segi empat yang tersusun dalam selang-seling warna hitam putih banyak digunakan oleh pembatik sebagai latar ragam hias kupu, bunga, dan sebagainya. Sebelumnya motif-motif yang banyak digunakan adalah parang, truntum, kawung. Motif papan catur [segi empat hitam putih] terinspirasi dari kain poleng, kain khas Bali yang…

Motif “Terang Bulan” Tanpa Bulan

Pertama kali saya melihat batik dengan motif “Terang Bulan”, saya berpikir, mana bulannya? Di depan saya hanya sehelai kain batik yang sangat sederhana, pola berbingkai dari sisi pinggir kanan batik, menyiku dan memanjang di sisi bawah batik. Latar belakang polos tanpa ada motif apapun menutupi sebagian besar kain. Katanya, namanya Terang Bulan, seperti suasana bulan…

Cinta Abadi “Tumaruntum” dalam Batik Truntum

Sri Susuhunan Pakubuwana III (1732 – 1788) adalah raja kedua Kasunanan Surakarta yang memerintah pada periode 1749 – 1788. Pada masa pemerintahan Pakubuwana III ini lah Kasunanan Surakarta pecah menjadi 2 sebagai akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Pangeran Mangkubumi. Ditandai dengan Perjanjian Giyanti tanggal 15 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi diakui berdaulat atas separoh wilayah Pakubuwana…

Cap atau Tulis?

Suatu saat seorang sahabat meminta saya untuk menemaninya membeli kain batik di Thamrin City. Pusat Batik Nusantara yang berada di lantai dasar 1, lantai dasar, dan lantai 1 (sisi barat) pusat perbelanjaan Thamrin City di seputaran Bundaran HI – Jakarta, memang seperti surga kecil bagi penikmat batik. Puluhan toko dan lapak menawarkan berbagai pilihan batik:…

Semangat Nasionalisme dalam Batik “Djawa Baroe”

Setelah berakhirnya masa kolonialisme Jepang di Indonesia, semangat nasionalisme yang tinggi berkembang dalam setiap aspek kehidupan. Bagi pembatik-pembatik Pekalongan di masa itu, dikenal satu aliran baru yang disebut batik “Djawa Baroe”. Batik Djawa Baroe masih mengadaptasi pola batik Hokokai tetapi dengan perbedaan yang mencolok, yaitu penggunaan ragam hias latar belakang (isen-isen) yang lebih sedikit dibandingkan…

Pengaruh Jepang dalam Batik “Jawa Hokokai”

Dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, kita mengenal organisasi “Jawa Hokokai” (Himpunan Kebaktian Rakjat Djawa), yaitu perkumpulan yang dibentuk oleh imperialis Jepang pada tanggal 1 Maret 1944, sebagai pengganti organisasi Putera. Jawa Hokokai meerupakan organisasi resmi pemerintah yang berada di bawah pengawasan pejabat Jepang. Berdirinya organisasi ini sebagai pelaksana pengerahan / mobilisasi barang yang berguna untuk kepentingan…